Radio Netherlands Worldwide

Home

This is a Radio Netherlands Worldwide archive page. Click here for the current RNW Media website.

Avatar Yunita Rovroy
Map
Zwolle, Belanda
Zwolle, Belanda

Orang Belanda Ternyata Suka Kebaya

Diterbitkan : 2 Desember 2010 - 1:18pm | Oleh yunita rovroy (Foto: www.aryani.nl)
Diarsip dalam:

Kebaya, sarong dan batik. Untuk mendapatkannya orang Belanda tak perlu jauh-jauh ke Indonesia. Semuanya bisa dibeli di Belanda, lewat webshop Aryani Collection. Webshop ini dikelola Inge van Dongen, 40 tahun, perempuan Indonesia asal Pati, Jawa Tengah.

Berlibur ke Belanda untuk menghadiri pesta pernikahan sahabat baik, menentukan arah hidup perempuan cantik ini. Dalam kesempatan itu, Inge bertemu calon suaminya, laki-laki Belanda.

Setelah selama satu setengah tahun menjalin hubungan jarak jauh, pasangan ini memutuskan menikah. Inge, yang di Jakarta bekerja di bidang mode, meninggalkan pekerjaan lama dan ikut suami ke Belanda. Kini ia sudah hampir enam tahun hidup di negeri kincir angin.

Peluang besar
Tiga tahun lalu muncul ide memulai usaha sendiri. Gagasan menjadi kenyataan Januari 2010 ketika Inge membuka Aryani Collection, webshop yang menjual produk-produk dari Indonesia, dalam hal ini kain, sarung, batik, asesoris dan lain-lain.

Inge melihat peluang lumayan besar untuk bisnis ini. "Dari enam belas juta penduduk Belanda, ada sekitar empat ratus ribu orang yang punya latar belakang Indonesia," ujar Inge.

"Atau mungkin lebih untuk orang-orang Belanda yang tertarik dengan kultur Indonesia. Jadi pangsa pasarnya ya kira-kira sebesar empat ratus sampai lima ratus ribu kira-kira."

Orang Belanda suka sekali dengan barang-barang yang ditawarkan lewat webshop Inge. Apa saja yang mereka beli?

"Bisa semuanya. Bisa juga taplak meja batik. Kalau ada acara khusus seperti perayaan keluarga, pesta lima puluh tahun papa-mamanya atau opa-omanya mereka suka pakai pakaian tradisional seperti kebaya atau tunik batik."

Berbadan besar
Orang Belanda rata-rata berbadan besar. Namun Inge tidak menghadapi kesulitan dalam hal ini. "Ada kemungkinan untuk bisa pesan dengan ukuran mereka," ujarnya.

Semua kebaya yang ada di koleksi Aryani Collection dibuat sendiri oleh tante Inge di Indonesia dan dikirim ke Belanda sesuai permintaan klien. "Kita bisa buat dari ukuran 34 sampai 56, jadi ukuran paling besar."

Masalah bahasa
Sebelum membuka webshop, Inge sering mengunjungi pasar malam, menawarkan koleksinya. Sebagai warga pendatang ia harus belajar banyak hal.

"Untuk mengerti lebih dalam mengenai undang-undang dan peraturan di sini, KvK (Kamar Dagang, Red.), belasting (pajak, Red.) dan sebagainya. Itu menurut saya bagian paling sulit dalam situasi saya."

Pengalaman
Namun kesulitan bahasa tidak mencegah perempuan ini memulai hal yang disukainya: bergelut di bidang mode. Di Belanda ia juga sempat bekerja di Wehkamp, perusahaan internet, menjual produk fashion secara online.

Di situ Inge mendapat pengalaman tambahan bagaimana menghadapi klien, orang-orang Belanda.

"Bagaimana menjalankan bisnis online lewat internet. Ditambah pengalaman saya yang saya dapat di Indonesia, itu saya kombinasikan dan sekarang yang saya kerjakan ini."

Lebih ketat
Perbedaan berbisnis di Indonesia dan di Belanda menurut Inge adalah bahwa orang Belanda lebih ketat, tidak bisa membual. "Kalau di Indonesia kita bisa bilang, produksi makan waktu sekian dan kenyataannya bisa molor," kata Inge.

Namun di Belanda segala sesuatu harus diprediksi terlebih dahulu.

"Kita coba untuk antisipasi supaya tidak ada kemoloran dalam hal produksi supaya apa yang dipesan sedekat mungkin warnanya dengan warna apa yang dimaui oleh customer."

Saran Inge
"Mulailah sesuatu dengan apa yang disukai." Demikian saran Inge kepada orang Indonesia yang juga ingin atau berencana membuka usaha di Belanda. Kalau melakukan sesuatu yang disukai, bebannya akan berkurang.

"Meskipun ada stressnya, meskipun capai, meskipun itu butuh banyak upaya untuk merealisasikan impian kita, tapi kalau kita melakukan sesuatu yang kita sukai, maka sisanya akan dengan sendirinya juga bisa kita lalui."

Tapi kalau hanya ingin memulai bisnis hanya untuk mendapatkan sebanyak mungkin uang, maka saat ada tantangan atau kesulitan, itu membuat gampang stress, ujar Inge.

www.aryani.nl

  • Inge van Dongen, pemilik webshop Aryani Collection<br>&copy; Foto: www.aryani.nl
  • &copy; Foto: www.aryani.nl
  • Koleksi Aryani Collection<br>&copy; Foto: www.aryani.nl
Unduh
bincang-bincang dengan Inge van Dongen

Diskusi

Wellmi 2 Desember 2010 - 3:15pm / indonesia

Bagus, biar kebaya, batik dan sarung mendunia,dan mendatangkan devisa bagi negara.......

Anonymous 4 Desember 2010 - 11:03pm / usa

di indonesia sendiri orang lebih memilih busana arab karena lebih afdol (barangkali ?)

ARCHIVE

Radio Netherlands Worldwide

Video pilihan

Ranesi Pamit di Indonesia
Dalam rangka acara perpisahan RNW Indonesia 14 Juni di Erasmus Huis,...
Lampu Lalulintas Terlalu Cepat bagi Lansia
Makin banyaknya jumlah kelompok lansia ada dampaknya bagi masyarakat...